Communication
Beranda Communication

Pendahuluan

Fenomena apa yang terjadi di dalam dan di luar pikiran kita? Jawabannya adalah bahasa.

Semua hal di luar diri kita, hanya dilambangkan dengan bahasa, baik bahasa yang berupa simbol-simbol tertentu maupun dalam bentuk huruf, kata dan kalimat hingga bahasa dalam bentuk isyarat dan musik. Semua benda asbrak dan benda kongkrit dilambangkan dengan kata-kata (bahasa). Pikiran tidak akan mampu mengenali dunia relaitas tanpa disimbolkan lebih dulu dalam bentuk bahasa.

Penemuan huruf, mesin cetak dan revolusi industri di Eropa ditambah logika gramatikal bahasa dalam penyusunan kata-kata menjadi kalimat logis merupakan tonggak peradaban manusia di muka bumi. Bayangkan alam semesta dan seisinya dapat diringkas atau dapat disederhanakan menjadi kata-kata dan symbol kebahasaan lainnya.

Penyerderhanaan ini menjadi penting dalam dunia NLP. Sebab, NLP pada dasarnya bicara soal apa itu pikiran, cara kerja dan kondisinya yang di dalam pikiran itu sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah pemahaman dunia ekternal melalui bahasa dalam bentuk internal representation. Pikiran bisa bekerja bila ada bahasa. Yang dibicarakan dalam NLP adalah soal persepsi hasil interaksi antara pikiran dan kemampuannya dengan dunia luar (dirinya) melalui bahasa.

PIKIRAN: POTRET ALAM SEMESTA

Kita mengenal diri kita dan alam sekitarnya baik fenomena alam maupun sosial budaya, karena semua fenomena itu sudah diberi kode (codification), tanda, atau nama melalui bahasa. Pikiran kita mampu membedakan antara satu benda dangan benda lain, antara satu konsep dengan konsep lain dan antara satu nama dengan dengan nama lainnya, tidak lain karena bahasa. Sehabat apa pun kemampuan pikiran kita, tidak akan sanggup mengenali dunia sekitar bila tidak dengan bahasa. Betapa sulitnya kita bila suatu benda belum dibuatkan nama/konsepnya secara jelas, kongkrit dan spesifik. Contoh betapa kacaunya pikiran bila untuk menyebut semua “zat cair” sama dengan “air”. Pada hal akan menjadi lebih mudah pikiran membedakan dan mengenali lebih detail bila konsep zat cair itu dirinci lagi menjadi: minyak tanah, bensin, solar, air putih, air gula dan masih banyak lagi nama-nama spesifik zat turunannya.

Sampai di sini kita menjadi semakin sadar bahwa otak kita mampu bekerja (yang disebut berpikir) apa bila semua hal di luar pikiran telah diberi nama atau telah dibedakan konsepnya melalui bahasa. Pembedaan tidak saja memudahkan pikiran untuk mengenali, membandingkan, tetapi pembedaan itu merupakan salah satu syarat penting otak bisa bekerja yang disebut berpikir.

Alam semesta di sekeliling kita adalah mosaik realitas dan mosaik konsep (penamaan) dari realitas itu. Sebagai mosaik realitas adalah entitas dari semua benda itu sendiri; mosaik konsep adalah penamaan dari benda-benda tersebut.

Pertanyaannya adalah mosaik mana yang masuk ke dalam pikiran kita? Jawabnya sudah sangat jelas yakni mosaik konsep atau mosaik nama-nama benda. Bukan “benda zat cair” itu sendiri yang masuk ke dalam pikiran kita melalui jaringan syaraf otak (neuron) melainkan “konsep (nama) zat cair” berikut konsep turunan dan berbagai dimensinya.

Yang demikian itulah awal dari prinsip dasar NLP yakni map is not territory, bahwa persepsi bukanlah realitas itu sendiri. Bahwa yang kita olah di dalam syaraf otak (neuron) bukanlah mosaik realitas itu sendiri melainkan mosaik konsep/nama. Tentu saja tidak sama antara persepsi dan realitas karena terdapat distorsi antara realitas (dunia nyata) dengan konsep (penamaan). Terdapat perbedaan dimensi antara realitas dengan dimensi konsepsi. Terdapat distorsi antara realitas bahwa besi stainless yang secara atomik terjadi karatan dengan “realitas” nama/konsepsi umum yang diterima oleh pikiran kita bahwa stainless tidak terjadi karatan.

Pikiran, atau tepatnya hasil kerja syaraf otak (neuron), merupakan fungsi dari mosaik konsep atau nama benda atau fenomena yang dikonsepsikan. Melalui lima pintu masuk ke pikiran yakni panca indera, semua mosaik konsep terekam menjadi realitas internal atau yang disebut persepsi. Dengan demikian, apa yang kita simpan dalam pikiran kita adalah potret dari dunia luar (alam semesta) khususnya mosaik konsep/nama dari realitas alam, sosial budaya dan semua yang berada di luar pikiran kita.

Bahasa mampu meringkas semua peristiwa alam (termasuk sosial budaya) dengan cara penamaan dan konsepsi. Sebuah Kitab Suci Al Qur’an yang di dalamnya memuat aspek alam semesta, aspek keimanan, aspek ilmu pengetahuan hingga aspek berita-berita ghaib, semuanya dipotret dengan bahasa. Dan hanya Dzat Yang Maha Kuasa yang mampu memotret semua aspek itu secara komprehensif dan indah bahasanya.

Semua yang sudah diringkas dalam bahasa itu, kita rekam, kita potret dengan pikiran. Melalui cara kerja syaraf otak, kita mencoba mengenali, menganlisa, membandingkan, menggabungkannya, dan membentuk simpulan sementara atau persepsi. Dunia pikiran kita adalah pita rekaman (potret) semua fenomena di luar pikiran kita. Dunia pikiran kita adalah protret dunia sekitar kita (alam semesta).

LAPIS DALAM DAN LAPIS LUAR

Bahasa yang masuk ke dalam pikiran kita yakni konsep/nama, hingga persepsi yang kita bangun, bahasa masih dapat dibagi lagi menjadi bahasa lapis atas (surface structure) dan lapis dalam (deep structure)

Lapisan dalam

Untuk memudahkan kita dalam memahami bahasa lapis dalam, mari kita membanyangkan sebuah konsep/nama atau kata “cokelat” misalnya. Ketika kita mencoba membayangkan kata cokelat, yang terbayang dalam benak kita: warna, rasa manis, decak, ketika dipatahkan terlihat kenyal, mulur, bikin perut kenyang, bikin ketagihan, cokelat bisa dikunyah dan diemut, dan sejumlah deskripsi yang sulit dijelaskan dengan bahasa.

Lapis dalam bahasa merupakan “ruh” dari sebuah kata (nama/konsep). Artinya kalau kita mencoba mengaksesnya, akan membawa alam pikir kita memasuki dimensi visual, auditory, dan kinestetik. Kombinasi dimensi-dimensi itu akan memberikan gambaran utuh dan lengkap dalam ruang dan waktu tertentu sesuai pengalaman subjektif kita. Semuanya itu tidak mungkin bila digambarkan secara lengkap dengan satu kata saja. Itulah salah satu keterbatasan bahasa, dalam banyak hal sangat membatasi sekpresi “ruh” dari sebuah kata. Apa yang Anda lihat, dengar, rasakan dan alami tentang “kata” cokelat sulit diungkapkan dengan satu kata saja.

Membayangkan dan mencoba memasuki wilayah dalam (deep structure) akan sebuah kata (nama/konsep) berarti kita masuk ke dimensi-dimensi subjektif, emosional, rasa, sensasi dan bahkan dimensi spiritual. Memasuki wilayah deep structure adalah sama dengan masuk file sebuah filem kehidupan tertentu. File ini berada di alam pikiran bawah sadar yang di dalamnya terdapat nuansa-nuasa kehidupan masa lampau subjektif sesuai dengan “kata” sebagai pintu masuknya. Keindahan (boleh jadi kepahitan) itu sulit diungkapkan dengan satu “kata” saja.

Lapisan luar

Lapisan luar adalah reprensentasi dari pengalaman subjektif yang berdimensi emosional, visual, rasa dan bahkan kinestetik dengan segala nuansanya. Lapisan luar adalah wadahnya dari pengalaman subjektif tersebu. Jadi, bila Anda memiliki pengalaman tentang suatu jenis makanan yang: rasanya manis, decak, ketika dipatahkan terlihat kenyal, bikin perut kenyang, bikin ketagihan, serta berwarna cokelat, maka deskripsi itu cukup diwadahi dengan satu kata “cokelat”.

Kata “cokelat” itulah yang menjadi alat komunikasi. Kata “cokelat” inilah yang muncul di permukaan sebagai reprensentasi dari makna dan seluruh pengertian dan dimensinya. Kemampuan manusia untuk membuat sebuah kata, lambing, konsep atau nama inilah yang memudahkan manusia berkomunikasi.

Kalau lapisan dalam wilayahnya berada di pikiran bawah sadar, lapisan luar berada di wilayah pikiran sadar. Pikiran sadar hanya mampu mengingat lapiasan luar saja, hanya mampu mengenali dan mengingat kata ‘cokelat” saja tapi sulit –bahkan tidak mampu—mengakses sampai ke lapisan dalam (deep structure) tanpa bantuan pikiran bawah sadar.

Bahasa mempengaruhi kondisi pikiran

Salah satu bahasan penting dalam manajemen kondisi pikiran (state of mind). Bahwa kondisi pikiran dapat mempengaruhi perilaku. Bila seseorang dalam keadaan depresi, langkahnya menunduk, dan pelan; seseorang yang kondisi pikiran sedang senang, ia terlihat semangat, langkahnya mantap ke depan.

Kondisi menjadi hal yang sangat penting. Kecerdasan intelektual mungkin sangat penting peranannya. Namun hemat saya, kecerdasan itu kurang berarti manakala kondisi pikiran tidak kondusif untuk berpikir. Sehebat apa pun kecerdasan kita, namun tidak dapat bekerja bila dalam keaadan stress, dan emosional. Nalar sehat seringkali hilang bahkan menjadi khilaf manakala pikiran lagi emosional yang memuncak.

Terapi pikiran menjadi sangat penting untuk mengembalikan pikiran. Motivasi menjadi barang mahal ketika kondisi pikiran sedang loyo. Musik belakangan menjadi alternative untuk keperluan terapi dan pembelajaran.

Sampai di sini saya ingin mengatakan bahwa bahasa menjadi hal yang sangat esensial dalam hal mempengaruhi kondisi pikiran. Yang saya maksud bahasa di sini tidak saja bahasa dalam bentuk kata-kata (lapisan dalam dan luar) tetapi juga yang simbolik seperti: bahasa musik, bahasa terapis, hipnotis, motivator, hingga bahasa NLP dalam bentuk sejumlah tool-tool NLP.

Bahasa mempengaruhi pikiran baik ke arah positif dan negatif . Positif bila dengan bahasa verbal dan nonverbalnya (termasuk bahasa musik, bahasa ritual dan bahkan mantera-mantera), seseorang menjadi berubah kondisi pikirannya kearah optimisme positiff. Sebaliknya, ke rah negativf bila dengan bahasa menjadi patah hati, loyo, dan bahkan bunuh diri.

Pantas kalau tokoh pendidikan Romo Mangun Wijaya pernah berpendapat bahwa ilmu pengetahuan hanya ada satu yakni bahasa. Matematik pada dasarnya juga bahasa dalam bentuk angka-angka. Logo, jimat, musik, dan artefak, pada dasarnya adalah bahasa dalam pengertian deep structure dan surface structure.

Bahasa tidak saja menjadikan pikiran bisa mengenali, menganalisis, dan membuat generalisasi dan persepsi; bahasa juga dapat mempengaruhi kondisi pikiran bila bahasa itu masuk ke pikiran bawah sadar. Siapa yang ahli bahasa ia akan mampu menguasai orang lain.

KOMUNIKASI EFEKTIF

Komunikasi efektif terjadi bila antara komunikator kan komunikan saling memahami makna yang terkadung dalam kata yang digunakan. Akan terjadi salah pengertian bila tidak ada kesepahaman makna.

Komunikasi efektif tidak saja paham makna. Lebih dari itu, komunikasi mempersyaratkan pemahaman lapisan luar (surface structure) dan “penghayatan” lapisan dalam (deep structure).

Komunikasi bila hanya sampai pada level surface structure saja, hanya akan menjebakkan pelaku komunikasidalam bentuk basa-basi. Sayangnya, kita lebih banyak terjebak dalam level ini. Coba saja, kita sering menerima ucapan salam, Assalamu’ alaikum warrahmatullahi wa barrakatuh” . Secara otomatis, kita akan membalasnya dengan, “Wa ala’ ikum salam warrahmatullahi wa barrakatuh”. Apabila kita hanya memahami sampai pada level surface structure saja, tanpa “penghayatan” makna dalamnya (deep structure) maka ucapan salam ini hanya basa-basi saja. Tidak ada maknanya, alias pesan dalam ucapan salam ini kabur di telan angin.

Berbeda apabila ucapan salam itu dihayati sampai ke deep structure, sampai ke dimensi alam pikiran bawah sadar dengan cara menghayati makna dan memasukkan dalam hati, maka efektifitas pesan yang terkadung di dalam ucapan salam itu akan terasa manfaatnya. Akan terasa kedahsyatannya. Ucapan salam itu yang artinya “ Semoga keselamatan antar kamu sekalian, mendapat rahmat dan barokah dari Allah”, bila setiap kita mendapatkan ucapan itu berusaha menghayati artinya dengan penuh rasa, dan cinta, maka ucapan itu menjadi terasa indah. Siapa orangnya yang tidak menginginkan selamat, rahmat dan barokah dari Allah? Ucapan itu –yang tidak lain dan tidak bukan adalah kekuatan bahasa—sanggup menenangkan pikiran kita. Ditambah mendapat pahala lagi, bila kita ikhlas mengucapkan dan memebalasnya.

Pemahaman makna komunikasi


MEMAHAMI  MAKNA

Yang kami maksudkan dengan komunikasi yaitu:
1.    Komunikasi  mengacu kepada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang  terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik. J.A Devito,1997.
2.    Komunikasi adalah pertukaran pesan. Pada saat kita berkomunikasi, kita menghasilkan , mengalihkan dan menerima pesan-pesan.
3.    Komunikasi adalah  aktifitas  menyampaikan apa yang  ada  di fikiran, konsep yang  kita milki  dan keinginan  yang ingin kita pengaruhkan  (transfer)  kepada orang lain.
4.    Setelah kita menjadi orang  saleh, maka   kita dituntut banyak untuk dapat mempengaruhi orang lain, membantu orang lain   dan  dan memberikan keberkahan dengan orang lain.  Sehingga  untuk memenuhi ini semuanya diperlukan  kemampuan komunikasi  dan hubungan (relationship) yang baik.
5.    Komunikasi adalah seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan.
6.    Dari semua pengetahuan dan ketrampilan yang anda miliki, pengetahuan dan ketrampilan komunikasi termasuk  di antara  yang paling penting dan berguna. Karena  ruang lingkup komunikasi meliputi komunkasi dengan diri sendiri, dengan orang lain, komunikasi kelompok dan komunikasi yang lain .J.A Devito,1997.
7.    Kemampuan berkomunikasi menunjukan kemampuan  mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi dan efisien, dan menerima  pesan-pesan secara akurat. D.B.Curtis,1992.
8.    Komponen komunikasi adalah sumber (source), pesan (message), penerima (receiver), penyandi (encoding), pengurai sendi (decoding), umpan balik (feed back), umpan depan (feedforeward), saluran (chanel), konteks (context), gangguan (noise) dan lingkungan (environment).
Prinsip  Komunikasi

Untuk dapat berkomunkasi dengan baik, maka diperlukan  prinsip komunikasi yang penting, yaitu:
1.    Seluruh perilaku mengkomunikasikan sesuatu dengan sengaja atau tidak dengan sengaja (tangan, mulut, wajah, baju dll)
2.    Komunikasi nonverbal sangat berpengaruh terhadap persepsi
3.    Konteks berpengaruh  terhadap komunikasi. Katakana:  Saya sedang sakit ( sakit dapat fisik dan hati). Orang memahami makna  dengan konteks  yang terjadi.
4.    Arti terdapat pada orang, bukan dalam kata-kata.  Kita  masih melihat siapa yang berbicara dan apa yang dikatakannya, dan kita  umumnya tidak melihat  kata-kata dan cara penyampaian.
5.    Komunikasi tidak dapat diubah, sekali mereka dapat  begitulah persepsinya.
6.    Komunikasi  adalah sirkuler, bukan linier. Ada yang menyampaikan, ada yang menerima, ada umpan balik dan terus berputar. Gangguan berpengaruh terhadap komunikasi, ini dapat  terjadi pada bagian mana saja dalam sirkular komunikasi.
7.    Komunikasi tidak mungkin dihindari. Untuk  dapat melakukan interaksi dengan diri dan orang lain maka perlu komunikasi.
8.    Memiliki dasar permufakatan dapat menjamin keberhasilan dalam komunikasi
9.    Komunikasi memberikan beberpa efek.
10.    Komunikasi memerlukan  keterbukaan dari  pengirim dan penerima.

Renungkan:
Untuk dapat  menghasilkan kesan yang cepat, diperlukan suatu perencanaan dan pelatihan yang baik.  Seseorang harus mampu menjual kesan-  kesan dirinya sebelum menawarkan gagasan dan rencana tindakannya.
 
Jenis  Komunikasi dan Manfaatnya

Dibawah ini ada 6 jenis komunikasi dan manfaatnya, yaitu meliputi:
A.Komunikasi  dengan diri sendiri (intrapribadi)
1.    Berbicara dengan diri sendiri,
2.    Mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri,
3.    Menyakinkan diri sendiri,
4.    Mempertimbangkan  keputusan-keputusan yang diamabil,
5.    Menyiapkan pesan-pesan yang akan disampaikan kepada orang lain
B.Komunikasi dan hubungan  antarpribadi (interpersonal): suami, istri, anak, atasan,teman dll
1.    Berinteraksi dengan orang  lain,
2.    Membina hubungan, memelihara hubungan,
3.    Merusak dan membangun hubungan
C.Komunikasi antar kelompok kecil dan organisasi
1.    Memecahkan masalah bersama,
2.    Mengembangkan gagasan baru,
3.    Berbagi pengetahuan dan pengalaman,
4.    Menjalankan  kehidupan kerja  dan sosial,
5.    Pertemuan formal dan nonformal
D.Komunikasi terbuka
1.    Membujuk  orang,
2.    Memberikan informasi dan menyakinkan orang
3.    Melakukan  pembelian, mengubah sikap dan pendapat orang lain
E.Komunikasi masa: TV , Radio, Koran, Buku dll
1.    Menghibur massa
2.    Memberi informasi  dan mendidikan massa
3.    Membujuk (persuasi) masa
F.Komunikasi antar budaya
1.    Memahami cara-cara berpikir baru
2.    Memahami cara-cara berperilaku baru
3.    Kerjasama antar beradaban
4.    Mewariskan nilai-nilai kepada generasi selanjutnya (regenerasi)

Komunikasi  adalah alat yang penting untuk dapat berhubungan dengan  orang  lain, baik individu maupun kelompok.
Ekspresi Mata

Pada umumnya orang  dapat melihat, dan penglihatan sangat berpengaruh dalam keberhasilan komunikasi. Ekspresi mata ketika berbicara  agar komunikasi sukses adalah:

1.    Hendaklah kedua mata anda rileks ketika berbicara
2.    Bicara kepada orang lain dalam posisi kepala tegak ke atas
3.    Jangan melihat jauh dari orang yang bicara dengan anda
4.    Jangan terlalu lama memandang dengan pandangan tajam
5.    Hindari penggunaan kaca mata hitam ketika berbicara, sehingga terkesan  meremehkan dan  lawan  bicara anda  tidak  dapat menangkap emosi anda dengan utuh. Kecuali kepada orang yang sudah akrab dengan anda.
6.    Hindari banyak berkedip dengan kedua mata, hal ini  dapat menganggu komunikasi  dan  kesan bukan  pada pesan komunikasi melainkan kesan pada   gerak mata anda.
7.    Hindari pandangan menghina orang yang berbicara dengan anda
8.    Pergunakan  mata anda sebagai penguat komunikasi.
9.    Tataplah  lawan bicara   dengan  “eyes to eyes contact” -ETEC, karena  cara komunikasi model ETEC  memberikan psikologi komunikasi yang  berpengaruh.
10.    Gunakan mata sebagi bagian dari bahasa tubuh yang menentukan ( body language).

Mulailah komunikasi  dengan  sepenuh mata hati dan sepenuh mata.

 
Menjadi Komunikator
Bagaimana  menjadi komunikator yang baik
1.    Menyampaikan sesuatu yang formal dan tidak rahasia, maka sampaikanlah dengan bahasa yang  sudah dikenal orang (Qaulan ma’rufa). QS. 2:235
2.    Bangunlah silaturahmi. Untuk membangun hubungan dan tidak  menyakiti hati orang, maka berkatalah   dengan sesuatu yang baik-baik saja (Qaulan ma’rufa). QS:4:5,8
3.    Dalam  bermuamalah, maka sampaikanlah  pesan dengan   perkataan yang benar (Qaulan sadida).  QS. 4:9
4.    Dengan orang yang berpenyakit hatinya, maka beri pelajaran dan berkatalah dengan perkataan yang  berbekas pada jiwa (Qaulan baligha). QS. 4:63
5.    Untuk melayani orang dengan baik, maka sampaikan dengan perkatan-perkataan yang mulia. (Qaulan karima). QS. 17:23
6.    Untuk orang yang melampui batas (lupa diri) sementara itu  haknya,  maka ucapkanlah perkataan yang pantas (Qaulan maisuro). QS. 17:28
7.    Hindarilah  untuk berkata sesuatu   yang dosa besar (Qaulan ‘adzima). QS. 17:40
8.    Untuk mempengaruhi orang, maka sampaikanlah dengan perkataan yang lemah lembut (Qaulan layina).QS.20:44
9.    Perkataan yang paling baik adalah perkataan orang yang  menyeru  kepada Allah (Qaulan minma da’a ilallah).QS41:33
10.    Sesungguhnya Allah menurunkan  sesuatu yang berat (Qaulan tsaqila).QS.73:5). Ketika  anda  ingin menyampaikan sesuatu   yang berat  untuk dilaksanakan, akan lebih tepat, khusuk dan berkonsentrasi maka  sampaikanlah disaat  menjelang subuh.

Teknik Komunkasi
Secara  global, maka  komunikasi  akan sukses jika kita menggunakan teknik berikut;

1.    Ucapan yang jelas  dan  idenya  tidak ada  makna ganda, utuh.
2.    Berbiacarlah dengan tegas, tidak berbelit-belit.
3.    Memahami  betul siapa yang diajak bicara, hadapkan wajah dan  badan, fahami pikiran lawan bicara.
4.    Menyampaikan degan tidak berbelit-belit, tulus dan terbuka
5.    Sampaikanlah informasi dengan bahasa penerima informasi / kaumnya
6.    Menyampaikan dengan kemampuan   dan kadar  akal  penerima informasi
7.    Sampaikan  informasi dengan global dan  tujuannya, kemudian baru detailnya
8.    Berikan contoh yang nyata. Lebih baik jadikan anda sebagai model langsung
9.    Sampaikan informasi dengan  lemah lembut, agar berkesan, memori, membuat sadar dan menimbulkan  kecemasan yang mencerahkan QS.20:44.
10.    Kendalikan   penganggu (noise) dan carilah umpan  balik  untuk menyakinkan  informasi anda sampai. Contoh dengan bertanya, atau menyuruh mengulanginya.

Tidak ada teori  yang lebih baik, sebelum anda mencobanya dan kemudian  mengevaluasi  teori tersebut. Dan tidak ada hak kita untuk membantah atau  menolak sebuah hipotesa, sebelum kita membuktikannya terlebih dahulu hipotesa tersebut.

Menjadi Kawan Bicara

Bagaimana sebaiknya   kita  menjadi  kawan bicara ( pendengar, komunikans atau receiver). Berikut ini ada beberapa teknik  yang dapat anda coba  agar menjadi pendengar  yang baik.
1.    Mendengarkanlah  ucapan lawan anda dengan seksama dan penuh perhatian. Dengar sepintas (hear) beda dengan mendengarkan (listen).
2.    Ketika   ada orang  berbicara, janganlah anda sibuk dengan diri anda  sendiri   hanya untuk memberikan respon negatif, atau kita  langsung memikirkan  bagaimana cara mengemukakan respon.
3.    Hargailah  siapapun yang berbicara
4.    Jangan memotong pembicaraan hingga  berhenti berbicara, atau minta izinlah jika   anda sudah  tidak tahan  untuk mengklarifikasi.
5.    Usahakan fahami apa yang disampaikan dengan baik, serta jangan melihat siapa yang berbicara.
6.    Jangan  terganggu dengan persepsi anda Bersikaplah fair dan terbuka.
7.    Bertanyalah jika tidak mengerti.
8.    Berikan  sikap, atau wujud umpan balik  dari hasil komunikasi, baik bertanya, mengklarifikasi atau  sikap persetujuan. Diam tidak  selalu  emas.
9.    Tulislah  atau ingatlah informasi yang anda miliki.
10.    Selalu kaitkan  ucapan yang anda dengar dengan pengalaman positif anda.
Uraikan   informasi    dengan kata-kata anda sendiri, maka   kita akan lebih memahami dan mudah mentransfer kepada orang lain

Kiat  Mendengar

Hasil riset  yang dilakukan oleh Rankin (1929) dan Baerker (1980) menunjukkan mendengar sebagai sarana komunikasi yang paling banyak digunakan. Milikilah skill mendengarkan dengan baik, yaitu:
 
1.    Dengarkanlah gagasannya, bukan fakta, tanyalah diri sendiri apa yang mereka maksudkan ?
2.    Nilailah isinya, bukan cara penyampaiannya, yaitu apa yang mereka katakan, bukan bagaimana mereka mengatakannya.
3.    Dengarlah dengan penuh harapan, jangan langsung kehilangan minat.
4.    Jangan cepat – cepat menarik kesimpulan.
5.    Sesuaikan pencatatan Anda dengan pembicaraan, luweslah .
6.    Pusatkan perhatian, jangan mulai bermimpi, dan jagalah agar mata Anda tetap tertuju kepada pembicara.
7.    Jangan mendahului pikiran pembicara, Anda akan kehilangan jejak.
8.    Betul – betul dengarkanlah, waspada dan bergairah.
9.    Kendalikan emosi waktu mendengarkan.
10.    Bukalah pikiran Anda, berlatihlah untuk menerima informasi baru.
11.    Bernapaslah perlahan dan dalam – dalam.
12.    Jangan tegang, santai sajalah.

Sumber: Geoff Nightingale dari SynerGenic

Mendengar secara efektif tidak mudah, diperlukan waktu dan energi. J.A Devito (1997).



 
Ketrampilan Komunikasi

Komunikasi  mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang didistorsikan oleh gangguan
Kembangkan ketrampilan komunikasi anda sesuai dengan perkembangan zamannya. Hasil penelitian  tentang  ketrampilan komunikasi yang dilakukan oleh Rankin (1929) dan Baerker (1980) menunjukkan hasil sebagai berikut:

No    Skill Komunikasi      1929      1980
1    Mendengarkan         45 %      53 %
2    Berbicara                  30 %      16 %
3    Membaca                  16 %      17 %
4    Menulis                      9  %      14 %
    Jumlah                        100 %    100 %

Hasil penelitian di atas menunjukkan   kebutuhan mendengarkan merupakan kegiatan komunikasi  kita yang paling penting. Namun, kebanyakan  dari kita adalah  pendengar yang buruk, tetapi kita masih mempunyai  peluang untuk memperbaiki efektivitas mendengarkan. 

Ketrampilan komunikasi inilah yang kita akan gunakan untuk mempengaruhi orang lain, keluarga kita, tim kita, dan meneruskan ide dan gagasan kita  kepada orang yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama.

Mulailah mengenali saluran komunikasi  yang  paling tepat sesuai dengan  kebutuhan dan tujuan kita.  Kemapuan membuat  kanalisasi dalam informasi   akan bermanfaat untuk melakukan  networking dengan efektif   pada masa  yang akan datang

Sampaikanlah  walapun satu informasi yang anda miliki, namun  berharga. Hikmah.