H.O.P.E
(Happiness for Optimizing Performance) How the New Science of Happiness Can Change Your Company for the Better Tahukah Anda ? -Stress di tempat kerja menyumbang 19% absensi karyawan, 40% turn over, dan 60% kecelakaan kerja -Biaya pelayanan kesehatan akibat stress 46% lebih tinggi dari masalah kesehatan lainnya -Pekerja pabrik lebih banyak terkena serangan jantung dan memiliki angka harapan hidup lebih rendah daripada dosen perguruan tinggi.
Hal ini bukan disebabkan karena lingkungan fisik pekerjaan yang lebih berat dan berbahaya tetapi lebih disebabkan karena stress related social position -Work- related Stress adalah satu diantara yang terpenting menyebabkan kematian akibat penyakit jantung, penyakit paru, alcoholism, sirosis hati, kanker, kecelakaan dan bunuh diri -36% pegawai di usia pertengahan (mid-age) di USA dengan high-stress jobs memiliki plaque (tumpukan zat penyebab penyempitan pembuluh darah jantung) -82% karyawan yang merasa sakit hati meninggalkan pekerjaannya, 38% karena kesehatanya -31% wanita dan 21% laki-laki yang merasa sakit hati di tempat kerja didiagnosa mengalami post traumatic disorder.
So Stress Reactions in a workplace are Costly.Very Costly. (Baker,Greenberg, and Hemingway, 2006)
Gambar Rekam Jantung dari menunjukkan bahwa reaksi emosi anda langsung berpengaruh pada jantung anda. Irama jantung cepat dan tidak teratur.
Kabar Gembira ! Ilmu Baru dalam Positive Psycology memberi harapan : Pekerjaan Menantang Tidak Harus Merenggut Kebahagiaan Anda. 80% Masalah Kebahagiaan berada dalam Kontrol anda dan Dapat Dipelajari Achieving goals bagi sebuah perusahaan, organisasi, atau instansi adalah sebuah keharusan agar misi berdirinya organisasi dan sustainability bisnis dapat berlangsung. Masalahnya, haruskah semuanya mengorbankan kualitas hidup pimpinan dan karyawan di dalamnya.
Tantangan terbesar abad ini adalah menjembatani kesenjangan antara tercapainya tujuan organisasi dan kualitas hidup pimpinan dan karyawan “Bridging the Gap between the GOALS and Quality Of LIFE” Setiap organisasi harus mewaspadai lingkaran setan (Vicious Cycle) berupa lingkaran keletihan yang diakibatkan gap antara pencapaian tujuan dan kualitas hidup pimpinan dan karyawan. Pimpinan dan karyawan dituntut mecapai sebuah target tanpa diperhatikan kualitas dan harmoni kehidupanya.
Mereka bekerja dengan didorong oleh survival brain semata. Rasa takut (fear) adalah motivasi yang mendominasi. Mereka mengalami keletihan dalam pikiran, perasaan dan kehidupan sosialnya. Hal ini berakibat karyawan mengalami “burn out” sebuah sindroma keletihan kronis. Burn Out berakibat fatal pada performance karena karyawan yang letih secara fisik, emosi, sosial dan attitude tidak akan pernah mencapai performa optimal.
Akibatnya, target tidak tercapai. “Be careful with Exhaustion Cycle (Lingkaran Keletihan)”
Karenanya…. “Happiness is not only feel Good….Happiness = Profits + Quality Of Life”
Happiness bukanlah hanya sekedar merasa senang tetapi happiness adalah sebuah action + commitment untuk membuat pekerjaan dan kehidupan sebagai sebuah harmony. Happiness tidak hanya berbicara tentang manajemen stress tetapi lebih dari itu happiness berbicara tentang perubahan paradigma, motivasi, aksi, persistensi dan healthy (kesehatan).
Fun is not the goal, yet fun naturally arises when people do work that they enjoy and find meaningful Happy Companies sebagaimana diperkenalkan oleh Dan Baker, Ph.D, Cathy Greenberg, Ph.D dan Collin Hemingway,MA adalah sebuah perusahaan yang memiliki daya adaptasi yang baik, memiliki happy interactions sehingga mereka dapat berkolaborasi secara maksimal. Happy Companies mengoptimalkan kesehatan pimpinan dan karyawanya di segala sisi (Wellness). Mereka juga tidak terpenjara oleh rintangan tetapi secara positif dapat memposisikan diri sebagai subyek dalam pemecahan masalah. Mereka tidak merasa sebagai obyek atau korban dalam sebuah perubahan. Mereka adalah sebuah organisasi yang mendasarkan bisnisnya kepada etika dan moral yang tinggi serta membuat perusahaan mereka dan bisnis mereka sesuatu yang bermakna bagi kehidupan dunia yang lebih baik.
A Happy Company is an organization in which individuals at all levels of authority exhibit a diversity of strengths, constructively work together toward a common goal, find significant meaning and satisfaction in producing and providing high-quality products and services for profit, and through those products and services make a positive difference in the lives of others.(Baker,Greenberg, Hemingway, 2006)
H.O.P.E adalah sebuah pelatihan komprehensif yang didasarkan pada temuan-temuan baru di bidang positive psychology untuk membuat tempat kerja yang bahagia, bermakna, sehat dan produktif.
Tujuan Pelatihan H.O.P.E adalah
a.Membangun Mind Set karyawan bahagia (Reprogramming)
b.Membangun Happy Character (Reawakening)
c.Melepaskan belenggu emosi yang dialami karyawan (Release)
d.Membangun happy interactions sebagai dasar tim yang kuat (Harmony)
e.Menumbuhkan Sense of Meaningfulness dari sebuah pekerjaan
f.Menumbuhkan prinsip Happy leader yang didasarkan pada panggilan jiwa (divine calling) dan altruism character (Karakter Cinta dan Kasih sayang) menuju kepemimpinan yang bermakna
g.Meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat (prevention before medication) dan seimbang (living in harmony)
Kelebihan Pelatihan H.O.P.E :
1. Dilengkapi dengan Assesment dan Measurement personal dan group menggunakan instrument yang telah diuji dan diakui validitas dan reliabilitasnya, mencakup :
a.The Oxford Happiness Questionnaire Sebuah instrument untuk mengukur tingkat kebahagiaan yang dikembangkan oleh psikolog Michael Argyle dan Peter Hills dari Oxford University
b.CES-D Sebuah instrument screening depresi (depression quotient) dari Centre for Epidemiologic Studies USA yang telah banyak digunakan secara luas di dunia dll
2. Trainer adalah sebuah tim dengan latar belakang berbeda yaitu Manajemen, Psikologi, Dokter dan Dokter Spesialis
3.Free Consultation, coaching and therapy one on one dengan Dokter atau psikolog di area training (disediakan ruang khusus)
4.Metode Pelatihan Interaktif dengan back up multimedia yang kreatif
5.Seluruh setting pelatihan menggunakan prinsip kesehatan agar prinsip happy and healthy campany dapat lebih dirasakan down to earth: a.Less Sugar coffe break b.High Quality Diet for lunch