Leadership Training
Beranda Leadership Training

Pendahuluan


A. Antara Pemimpin dan Lembaga
Setiap kita adalah pemimpin, baik untuk kepemimpinan diri mapun untuk kepemimpinan orang lain.  Ketrampilan kepemimpinan  (leadership skills) bukanlah hal yang abstrak,  karena  ketrampilan kepemimpinan dapat dipelajari.
Ada dua hal yang sangat penting dalam mengelola lembaga, yaitu pemimpin dan institusi atau  organisasi tempat pemimpin beraktualisasi. Dua  buah komponen  ini selalu bergandengan dalam kehidupan lembaga.  Pemimpin menjadi banyak tumpuan harapan bagi orang dalam lembaga.
Lembaga apapun  umumnya memiliki  misi atau tujuan yang ingin dicapai,  kemudian pemimpin menjadi komponen yang penting dalam mencapai tujuan lembaga atau organisasi. Pemimpin yang baik, maka  dia memiliki energi kepemimpinan, energi merupakan kemampuan pemimpin dan organisasi untuk bertindak dan mencapai tujuan.  Namun menurut William N. P. (1996) : Tidaklah cukup bagi pemimpin  hanya mempunyai energi. Tugas mereka adalah membantu orang  lain (nafiun li ghoirihi) dalam organisasi untuk menggerakkan dan mencapai tujuan.
Jadi pemimpin harus memiliki energi kepemimpinan, kemudian dengan energi itu digunakan untuk merubah lembaga yang dipimpinannya. Energi terbesar adalah energi spiritual.

B. Ketrampilan Kepemimpinan
Ketrampilan terpenting untuk kesuksesan pemimpin yaitu: Mereka harus mempunyai visi yang jelas  (visioner) dari impian apa yang diperjuangakan.  Mustofa Masyhur dalam  Al qiyadah wal jundiyyah mengatakan: Hal-hal yang membantu terlaksanannya tugas pimpinan ada 9 poin, yaitu: 1. Ikhlas karena Allah semata, 2. Dalam bekerja  harus memilki kepekaan terhadap pengawasan dan penjagaan Allah swt, 3. Selalu memohon pertolongan dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya. 4. Memiliki tanggung jawab untuk selalu menjaga diri dan amanah terhadap apa yang diembankan kepadanya. 5. Memberikan porsi yang besar untuk pendidikan anggota dan menyiapkan regenerasi. 6. Terjalinya kasih  sayang kepada seluruh anggota, yaitu dengan ukhuwah yang tulus ikhlas. 7. Mampu merencanakan program dengan tepat, menentukan tahapan strategi, sumber dana dan mengelola orang sesuai dengan kemampuan  personal, 8. Membangun iklim saling percaya dan berbaik sangka dalam tim, 9. Pemimpin harus selalu bersungguh-sungguh menyalakan cita-cita,  mengukuhkan tekad dan membangkitkan harapan di kalangan anggota lembaga  atau jama’ah. Ingat kepemimpinan dapat dipelajari.

Menurut hasil studi riset S.P Stepen (1996) ada enam ciri yang konsisten dikaitkan dengan kepemimpinan (agar sukses): 1. Adanya ambisi dan energi, 2. Adanya hasrat untuk memimpin, 3. Adanya kejujuran dan integritas, 4. Adanya percaya diri, 5. Adanya kecerdasan, dan 6. Dimilikinya pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan. Dari enam skill tersebut, manakah yang sudah anda miliki? Ingat kepemimpinan dapat dipelajari.

Sedangkan Perusahaan Asuransi USF&G memberikan memberikan penghargaan besar kepada para manajer  yang mampu menunjukkan “ 7 C dari kepemimpinan “-nya, yaitu: 1. Komunikasi (comunication), 2. Kepercayaan (confidence), 3. Karakter (caracter), 4. Pemahaman (Comprehension), 5. Keyakinan (conviction), 6. Keberanian (courge) dan 7. Kompetensi  (conpetency). Dari 7 skill kepemimpinan tersebut, ada berapa point yang telah anda memiliki? Ingat kepemimpinan dapat dipelajari.
Sedangkan menurut Stephen R. Covey (1996), ada  tiga peranan seorang pemimpin pada organisasi masa depan, yaitu: 1. Pathfinding (pencari alur, meretaskan jalan) 2. Aligning (penyelarasan) dan 3. Empowerment (pemberdayaan).

C. Fungsi Pemimpin: Membangun Cita-cita
Kita perlu menelusuri motiv diri kita yang paling dalam. Hal-hal apakah yang mampu menggerakkan  diri kita untuk   melakukan hal-hal sangat besar, serta kemenangan apakah apakah yang kita harapkan. Banyak pejuang Islam dalam mengelola hidupnya telah rela meneteskan darah segara dari dadanya, keringat dari tubuhnya dan air mata untuk rela berjuang di jalan Allah.
Sukses itu ada yang bersifat jangka panjang dan ada yang bersifat jangka pendek. Sukses yang bersifat jangka panjang (long term success) adalah kesuksesan negri akherat. Sedangkan sukses yang bersifat jangka pendek (sort term success) adalah kesuksesan negri dunia.

Sukses yang bersifat jangka panjang (long term success)
Makna sukses  akherat adalah sebagaimana Allah swt katakan “Maka Allah akan  mengampuni dosa-dosamu, dan memasukkan ke dalam syurga yang indah”. Makna suskes yang lain, yaiu jika seseorang dijauhkan dari apai neraka dan dimasukkan dalam syurga itulah orang yang  sukses (QS 61:12, 3:185)). Gambaran sukses negeri akherat menurut Al quran secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian berikut:
1.    Pertemuan dengan  Tuhannya (liqoi Rabbihii),
2.    Mendapatkan ampunan akan kesalahannya (maghfirah),
3.    Terbebaskan dari api neraka dan
4.    Tinggal di syurga dengan segala keindahannya, dan secara otomatis dijauhkan dari neraka. Tentunya ini  semua akan dapat diperoleh dengan keridhaan Tuhan Allah SWT.
Untuk mampu menimbulkan imajinasi kreatif dalam diri kita, maka kekuatan  “rukun iman” sebagai ekspresi “ percaya kepada yang ghoib” adalah sarana tersebar untuk memahami suskes jangka panjang sebelum kita berfikir dengan apa yang harus kita kerjakan. Tetapi membiasakan diri dengan  delalu berfikir dengan akhir dari tujuan aktifitas kita adalah sesuatu yang  penting. Orang mengatakan “ think with end of mind” sebagai kebiasaan efektif yang harus kita miliki. Rasullulah saw mengatakan bahwa: “Sesungguhnya amalan itu tergantung kepada niatnya”,  hadits ini menunjukkan niat adalah apa yang akan dituju atau “end of mind “.

Sukses yang bersifat jangka pendek (sort term success)
Makna sukses  dunia adalah sebagaimana Allah swt katakana, “ Dan ada lagi yang lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan Allah swt dan kemenangan yang dekat” (QS. 61:13).  Gambaran sukses negeri dunia menurut beberapa buku dan ensoklopedia bahwa kesuksesan manusia di dunia dikelompokkan menjadi 14 bagian berikut:
1.    Peningkatan pekerjaan dan karir ( ‘amal),
2.    Kesehatan (qowiyul jism) dan kenikmatan hidup,
3.    Peningkatan keuangan dan rasa aman (qodirun ‘ala kasb),
4.    Keteguhan hati dan kepercayaan diri (mati’nul khuluq),
5.    Kepribadian dan pergaulan dengan orang lain (ukhuwah),
6.    Kebahagian dan kedamaian akal budi (akal sehat),
7.    Pengembangan diri dan pendidikan diri (mutsaqoful fikr),
8.    Sasaran dan arah hidup, serta keteraturan program diri (munadzom fi syu’nihi),
9.    Disiplin diri dan penguasaan diri (mujahiduna linafs),
10.    Cinta dan kehidupan keluarga,
11.    Kaidah emas dan tanggung jawab (haritsun ‘ala waqtihi),
12.    Kawan dan persahabatan,
13.    Matang secara alturistik (bermanfaat bagi orang lain-nafiun lighoiri)  dan menjadi tua secara mulus,
14.    Kemampuan mengaitkan hidup dengan kematian (ketenangan bathin).
Visi sukses dunia setiap individu mungkin akan bervariasi, hal ini sangat tergantung dengan sejauh mana dia mampu merumuskan visi sukses akherat. Visi tersebut sangat tergantung dengan value (nilai) yang kita yakini kebenarannya. Dari 14 belas point tersebut di tas, bisa  jadi skala prioritas seseorang  bervariasi. Camkan dengan baik, kita tidak dapat berbuat banyak untuk membantu orang lain bila kita tidak mampu mengelola diri kita atau tidak mampu memanfaatkan waktu dengan optimal.
Dari berbagai pendapat ahli tentang ketrampilan kepemimpinan tersebut, maka jika dibuatkan matrik dengan proposi ketrampilan dalam manajerial dari aspek spiritual, emosional, intelektual, fisik dan penguasaan teknologi terapan adalah sebagai berikut:


Tujuan Pelatihan
Diharapkan Peserta Dapat :
1.    Menjelaskan dengan benar berbagai konsep kepemimpinan yang efektif dewasa ini.
2.    Memiliki sifat dan syarat yang dituntut untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif.
3.    Memiliki keterampilan menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat sehingga kepemimpinannya efektif.
4.    Melakukan berbagai keterampilan memimpin lainnya, sesuai dengan tuntutan abad 21.

Untuk mencapai tujuan tersebut pokok bahasan yang dicover adalah :
1.    Definisi, syarat dan sifat – sifat kepemimpinan yang diruntut dewasa ini.
2.    Berbagai konsep gaya kepemimpinan dewasa ini.
3.    Kepemimpinan situasional menurut Dr. Paul Harsey dan Kenneth Blanchart, dan cara menerapkannya.
4.    Tindakan – tindakan kepemimpinan efektif yang harus dilakukan untuk mampu bersaing secara global.
5.    Keterampilan berkomunikasi dan memotivasi dalam kepemimpinan.